57060076569e0-banner-dalem-atasHonda Civic generasi kesepuluh akhirnya meluncur di Indonesia. Sejak kami melihatnya pertama kali dalam bentuk konsep di New York International Auto Show 2015, sejuta pertanyaan menyeruak, terutama seputaran bidang teknis dan fiturnya. Kemarin, Civic yang terlihat indah ini meluncur di Indonesia International Motor Show 2016 yang berlangsung di Kemayoran, Jakarta.

Untungnya, Honda Prospect Motor memberikan kesempatan kepada para awak media untuk mengenal jagoan baru ini, dengan mengundang Large Project Leader Honda Civic, Yuji Matsumochi, dan memaparkan apa sebenarnya yang ada di balik kulit Honda Civic yang desainnya dikerjakan oleh Honda Amerika ini.

Civic, kini dikembangkan dengan mengusung tema charismatic, soulful, and comfortable. Charismatic diwakili oleh desain eksterior dan interior yang jujur saja, terlihat berani dan berbeda, tanpa mengorbankan karakter asli sebuah civic yang sporty. Bagian eksteriornya sama sekali tidak menyisakan bentuk Civic lama dengan lekukan dinamis dari depan hingga ke belakang. Di bagian samping, garis body yang tegas membuat mobil ini tampak berkelas.

Grill dan lampu depan yang dibuat seolah menyambung meyiratkan bahasa desain wajah Honda dengan ornamen chrome yang menonjol. Lampu sipit yang dilengkapi dengan teknologi LED dan DRL yang khas, membuat wajah pesaing Corolla ini tampak gagah. Yang menarik adalah lengkungan kap mesin yang panjang, yang melengkapi kesan sporty tadi.

Jika dilihat dari samping, Civic mengadopsi trend sedan masa kini yang membuat kabin seolah ditarik ke belakang, plus lengkungan atap coupe. Sempat kami ragukan kapasitas bagasinya, karena dari luar bentuk bagasi terlihat kecil. Namun setelah dibuka, ternyata cukup luas, bahkan sepertinya lebih luas dari generasi sebelumnya, mengingat dimensi Civic kini juga membesar.

Sedangkan konsep soulful, adalah bagaimana sebuah Honda Civic memiliki ‘soul’ berupa performa yang hebat. Kembali harus diakui, Honda melakukan terobosan yang tidak biasa, terutama untuk pasar Indonesia. Kini, mesin berkode L15B7 digunakan untuk sedan pintu empat ini. Betul L15 adalah keluarga mesin yang juga digunakan oleh Mobilio, namun jangan salah akhiran B7 itu mengindikasikan kehadiran turbocharger.

Dan itu yang penting. Jiwa sebuah kendaraan yang sporty direpresentasikan oleh jantung pacu yang bertenaga hingga 174 hp, dan torsi yang bisa mencapai 220 Nm. Yang lebih menyenangkan lagi, torsi puncak itu bisa didapat hanya pada putaran 1.700 rpm. Sebuah pencapaian yang hebat, mengingat Honda sebelumnya adalah penganut ‘aliran’ mesin normally aspirated (NA).

Penggunaan transmisi CVT kemudian mengundang pertanyaan, apakah tidak akan menghilangkan ‘rasa’ sebuah mesin turbo. Hal ini dijawab langsung oleh Matsumochi, bahwa CVT dipasangkan justru akan menambah sensasinya. Dengan menggunakan transmisi ini akan mengurangi efek kehilangan tenaga.

Saat transmisi konvensional berpindah gigi, Anda tentunya menyadari turunnya putaran mesin karena rasio gear yang berbeda. Dengan CVT, dimana rasionya terus menerus berubah (dalam rentang rasio tertentu) sesuai dengan putaran mesin, tentunya efek ‘loss of power’ tersebit bisa diminimalisir.

Tema ketiga, comfortable, diwakili dengan beragam fitur yang hadir di dalam mobil ini. Interiornya selain terlihat hebat, juga memiliki fitur bawaan yang cukup menarik. Sebut saja fitur multimedia dengan layar sentuh high definition, yang mampu melakukan koneksi dengan ponsel, memutarkan audio dan video, dan juga tethering.

Selain itu, untuk pertama kalinya sebuah Civic dilengkapi dengan rem tangan elektrik (EPB/Electric Parking Brake). Lebih dari itu, remote pembuka pintu juga ternyata bisa menyalakan mobil, plus menyalakan AC, bahkan sebelum Anda masuk ke mobil. Sebuah fitur yang menarik.

Jonfis Fandi, Direktur Marketing dan After Sales HPM mengatakan bahwa Civic ini akan mengembalikan sedan ke sedan. Yang dimaksud adalah, bagaimana Civic seharga Rp 475 juta ini akan mengembalikan fitrah sebuah sedan, yang kini semakin terkikis. Sedan saat ini, menurut Jonfis mengalami krisis jati diri karena hanya mengedepankan kenyamanan saja, tanpa ada sensasi berkendara yang membangkitkan adrenalin. Civic, dengan segala kelebihannya, diharapkan bisa mengembalikan hal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *